Saya percaya bahwa fundamentalisme adalah wajah kita semua yang percaya pada sesuatu (agama). Sekali pun fundamentalisme telah berubah makna, ketika Negara Barat gencar berpropaganda; sejak dua menara kembar diratakan pada 11 September. Fundamentalisme sendiri telah berubah makna, yang disebut James Barr untuk mengistilahkan fundamentalis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Dunia Kristen; disempitkan menjadi sekedar “politik islam”.
Dalam sejarah Kristen, fundamentalisme dipakai untuk menyebut para evangelicals atau penjaga Injil. Tapi, itu semua adalah sejarah yang tidak butuh disinggung dan diluruskan. Dunia telah nyaman dengan penyempitan makna fundamentalisme yang berarti: politik Islam, teror, kekerasan, dll. Terlebih di Indonesia yang merasakan hangatnya sentuhan konflik dari persinggungan antara sikap konservatif kaum fundamentalis dengan penganut humanisme dan liberalisme.
