—Kepada
Sopir truk di seluruh dunia: Al Fatihah
Halo
pak sopir. Bagaimana kabar kalian? Kalau kalian lelah, istirahatlah dulu.
Sepertinya
kita lama tak berjumpa. Terakhir kali kita berjumpa di akhir tahun 2014 ketika
aku masih berserak di kota-kota dengan kemelaratan yang super dan wow. Dan seperti biasa, aku tetap bisa
pulang dan pergi gratis dengan kemurahan hati kalian memberikan tumpangan.
Di
atas laju truk, aku kerap berpikir: apa saat kalian memutuskan berhenti dan
memberikan tumpangan pada kami itu karena kalian juga punya anak jauh di sana? Apa
kalian juga punya anak remaja seusiaku yang sangat mungkin membutuhkan
pertolongan dan kalian tak dapat membantu mereka lantaran tuntutan pekerjaan?
Setiap
kalian mengaso, kalian kerap bercerita padaku tentang anak-anak kalian yang
jauh. Apalagi setelah kalian tau, kita juga masih sekolah, mata kalian kerap
berkaca-kaca. Biasanya kalau sudah seperti itu, kalian juga akan menawari
makan, kopi, rokok, jajanan dan banyak hal lainnya. Meski itu semua kalian
tawarkan dengan gaya yang khas (sok-cool),
tapi radarku bisa merasakan ada cinta kasih di sana.