Laman

Rabu, 08 Juni 2011

Gamal

Aku ingat sejarah para nabi. Sejarah orang-orang yang dibikin nihil dengan keajaiban Tuhan. Tapi mendadak aku rindu sebuah ungkapan seorang Gamal – tukang orasi : “Pikirkan! Bagaimana kalau kita yang hidup di jaman nabi-nabi dengan wahyu tuhan itu? Mengapa Tuhan tidak memilih meletakkan wahyunya di masa semburatnya lumpur dengan senyum Bakrie keparat?”

Gila pikirku. Untuk apa membayangkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi. Sesuatu yang tidak akan merubah apapun, sesentipun gejolak hidup ‘modern’ ini.
“Apa kau pikir kau adalah segerombol orang yang mengikuti nabi dari belakang dan mendukungnya dengan pedang terhunus? Tapi sayangnya aku lebih meyakini bila kau adalah penghujat, dan salah seorang yang melemari kening nabi dengan batu.” Ujarnya sambil menyeringai. Kemudian menghilang.


3 komentar:

lintas cerita dot com mengatakan...

maaf agak ga nyambung sama artikel ,,,,
mau kasi tau ane uda follow disini ..
follback ya

Riska mbem mengatakan...

Wihh.. iya juga sih. Banyak orang yang mengaku umat nabi, tapi dia malah menghancurkan agama dengan segala perilaku yg tidak berkeperikelakuan

Citra D. Vresti Trisna mengatakan...

@lintas cerita: hahahahahaha ia ia gak apa-apa :)
Oke, makasih..

@Riska Mbem: Menghancurkan agama. Ya, ada selubung misteri pada sebuah agama. ia akan hancur sendiri tanpa di suruh, atau ia akan dihancurkan oelah orang-orang yang ada di dalamnya.

Te-ri-ma-ka-sih
udah mampir di sini, jangan lupa maen-maen lagi.

Posting Komentar

Silahkan memaki, kritik, saran. Bebas ngomong.