Laman

Minggu, 03 April 2011

Salah satu hal terbodoh dalam menjalani kehidupan adalah dengan mempercayai.

Keberanian utama dalam menjalani kehidupan bukan berarti: ‘keberanian menaruh kepercayaan pada seseorang’.

Bila kita ingin tenang dan masih belum sanggup menantang kesendirian, maka jalan yang ditawarkan adalah dengan mempercayai.

Konsekwensi logis dari sikap tak percaya pada apapun adalah kesendirian. Hal ini dikarenakan, ketika kita menjalani kehidupan dengan sikap tak percaya, maka tak seorangpun akan menyertai kita. Tak akan ada orang yang memperdulikan kita. Orang akan berfikir, untuk apa aku menyertai orang yang tidak memberikan kepercayaaan kepadaku? Kemudian untuk apa aku menyertai orang yang menaruh pandang curiga kepadaku, karena lebih baik aku menghabiskan waktuku dengan orang yang percaya padaku dan memberikan pandangan yang hangat.


Namun apa dengan demikian maka dunia ini akan segera kiamat? Tidak. Karena kiamat justru akan datang pada orang yang telah menaruh kepercayaan layaknya ayam jantan menyebarkan spermanya kepada betina.
Dengan memberikan kepercayaan kepada seseorang, maka secara tak langsung dia memberikan gambaran akan peta strategis dirinya. Lawan atau kawan akan dengan mudah menentukan strategi untuk menyerang sesuatu yang teramat vital dalam kehidupan kita dengan akses kepercayaan yang telah kita berikan.
Kepecayaan yang kita berikan kepada orang lain akan menjadi bom waktu bagi kita yang telah memberikan kepercayaan. Pasalnya dengan kepercayaan yang kita berikan maka akan dengan mudah, lawan atau kawan untuk mengakses dan merencanakan penghianatan lantas meledakkan kita dengan hal yang tak pernah kita duga sebelumnya. Tak ada artinya kita akan meledak saat ini, besok atau lusa, karena toh sama artinya dengan menunggu untuk kehancuran.

Citra D. Vresti Trisna

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memaki, kritik, saran. Bebas ngomong.